Friday, November 30, 2007

Pelit dan Sombong

Walaupun memiliki banyak harta,
aset dan kekayaan yang berlimpah,
namun apabila menikmati semua itu sendirian,
inilah penyebab keruntuhan seseorang.

Jika menjadi sombong karena keturunannya,
kekayaan atau lingkungannya,
serta memandang rendah handai taulan,
dan sanak keluarganya,
inilah penyebab keruntuhan seseorang.

(Sutta Nipata 102 & 104)

Thursday, November 29, 2007

Empat Penyebab Harta Kekayaan Lenyap

Empat penyebab harta kekayaan seseorang dapat lenyap :
1. Hidup mewah
2. Mabuk-mabukkan
3. Berjudi
4. Berteman dengan para penjahat.

Bagai sebuah tangki air yang besar,
dengan empat lubang pengisian dan pengeluaran,
Bila seseorang berusaha menutup lubang pengisian,
tetapi membiarkan lubang pengeluaran terbuka.
Jika tidak ada turun hujan,
pasti air dalam tangki akan berkurang.
Dan kemudian akan habis.
Begitu juga dengan harta kekayaan,
akan lenyap melalui empat cara tersebut!

(Anguttara Nikaya IV, 284)

Wednesday, November 28, 2007

4 Hal Kemajuan Duniawi

Empat hal yang dapat membawa ke arah kemajuan duniawi :
1. Penuh Perhatian
mata pencaharian apapun yang seseorang miliki,
apakah bertani, berdagang, beternak, seniman, dsb
haruslah dilakukan dengan terampil, rajin dan tekun.

2. Selalu Berhati-hati.
Hasil yang seseorang dapatkan dari pekerjaannya,
yang dikumpulkan dengan kekuatan tangannya,
serta dari cucuran keringatnya,
haruslah dihemat, dijaga dan disimpan dengan baik.

3. Mempunyai Banyak Sahabat.
Dimanapun seseorang tinggal,
ia harus banyak bergaul dan berkomunikasi,
serta bertukar pikiran dengan orang lain,
baik terhadap yang tua dan muda harus sopan,
penuh kebajikan, murah hati dan bijaksana.

4. Kehidupan yang Seimbang.
Seseorang harus pandai mengatur pengeluarannya,
sesuai penghasilannya, tidak boros juga tidak pelit!

(Anguttara Nikaya IV, 281)

Tuesday, November 27, 2007

Bertindak dan Berjuang juga Bekerja Keras

Siapapun yang bertindak dan berjuang,
juga bekerja keras akan mendapatkan kekayaan.
Dengan kejujuran, orang akan memperoleh nama baik.
Dengan kedermawanan, orang mengikat persahabatan.

(Sutta Nipata 187)

Monday, November 26, 2007

Terbaik, Terpilih dan Utama

Yang memberikan hal-hal yang baik,
akan memperoleh yang baik.
Yang membeikaan hal-hal yang terbaik,
akan memperoleh yang terbaik.
Yang memberikan hal-hal yang terpilih,
akan memperoleh yang terpilih.
Yang memberikan hal-hal yang utama,
maka keutamaan akan dimenangkannya.

Bagi orang-orang yang memberikan :
yang terbaik, yang terpilih dan yang utama,
maka orang itu akan memperoleh kemuliaan
dan umur panjang dimanapun ia berada.

(Anggutara Nikaya III, 44)

Sunday, November 25, 2007

Sepercik Api Menjadi Besar

Meskipun dimulai dengan sedikit kekayaan,
seseorang yang bijaksana,
dengan cerdik dapat mengembangkannya.
Seperti angin yang datang tiba-tiba
dapat menjadikan sepercik api menjadi besar!

(Jataka 4)

Friday, November 23, 2007

Gunung Emas

Seandainya ada gunung yang terbuat dari emas,
dua kali lipat pun,
tidak akan cukup memuaskan seorang manusia.
Pahamilah akan hal ini,
dan hiduplah yang sepatutnya

(Samyutta Nikaya I, 117)

Thursday, November 22, 2007

Pengaturan materi

Pengaturan materi yang seimbang dapat dilakukan,
dengan membagi keuntungan yang didapat,
dalam beberapa bagian :
25% dipakai untuk membiayai hidup sehari-hari
50% dipakai untuk menambah modal usaha,
25% disimpan sebagai cadangan disaat darurat,
atau untuk berdana / kegiatan sosial lainnya.

(Digha Nikaya III, 188)

Wednesday, November 21, 2007

Dunia kehidupan dikendalikan oleh pikiran

Dunia kehidupan dikendalikan oleh pikiran,
oleh pikiran pula dunia kehidupan diganggu,
pikiran itu sendirilah yang membawa,
semua hal dibawah kekuasaaannya!

(Samyutta Nikaya I, 39)

Tuesday, November 20, 2007

Buddha - Law of Attraction

Berikut beberapa kutipan dari perkataan Sang Buddha :

1. “All that we are is the result of what we have thought. The mind is everything. What we think we become” (Buddha 562-483 B.C.)


2. “We are shaped by our thoughts; we become what we think. When the mind is pure, joy follows like a shadow that never leaves.”

3. “Do not dwell in the past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present moment.”

4. “No one saves us but ourselves. No one can and no one may. We ourselves must walk the path.”

Kebijaksanaan kuno yang tidak pernah kehilangan kebenarannya selama berabad-abad sejak pertama kali dikhotbahkan. Sekarang banyak yang membicarakannya kembali sebagai "The Secret - Law of Attraction" dan seolah-olah hal ini menjadi rahasia yang tersembunyi yang kemudian dipublikasikan ke dunia.

Inti yang dapat disimpulkan dari The Secret - Law of Attraction :
1. Whenever you focus your awareness upon a thought (a desire, by the way, is a thought), The Law works to attract into your reality the essence of that thought.
2. The Law is purely positive; it ignores “not”. When you focus your awareness on “not something”, you attract “something”. For example, if you are climbing a ladder and focus on the thought of “not falling off the ladder”, you are actually increasing the chance of your “falling of the ladder.”
3. The emotions you feel from a thought play a big role in this Law: The stronger the emotion you feel from focusing on a thought, the faster the manifestation.

Awal blog kata-kata mutiara Buddha

Tanggal 21 November 2007, saya dapat inspirasi bahwa blog saya ini akan berisi kata-kata mutiara dari orang-orang besar dunia, he he. Selama ini blog tidak terupdate. Semoga dengan terupdate nya blog saya banyak yang mengunjungin. Namun kenapa yach Blogger.com tuh fasilitasnya tidak sebanyak Wordpress.com. Kemungkinan kalau ada lebih banyak waktu akan pindah ke Wordpress.com

>.<